ID EN

Dari Pencipta ke Panggung Dunia: Kisah Tiga Legenda Musik Jegog Jembrana, Bali

Senin, 22 Desember 2025 | 10:47

Penulis: Rojes Saragih

Jegog Spirit Festival 2025
Jegog Spirit Festival 2025 di Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Mendoyo, Jembrana, Bali.
Sumber: Humas Pemkab Jembrana

Jembrana – Kabupaten Jembrana mengukuhkan tiga tokoh seni sebagai legenda jegog, sebuah bentuk penghormatan tertinggi bagi pelestari Musik tradisional khas daerah itu. Penobatan Kiang Geliduh, Suprig, dan Ketut Swentra diumumkan dalam gelaran Jegog Spirit Festival 2025 di Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Mendoyo, 21/12/2025.

Ketiganya dinilai memiliki kontribusi fundamental terhadap perkembangan jegog, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak 2018.

Kiang Geliduh dari Banjar Sebual dipercaya sebagai pencipta jegog pada 1912. Awalnya, Musik dari bambu ini dimainkan untuk menghibur petani dan sebagai alat panggil untuk kegiatan gotong royong.

Generasi berikutnya, Suprig, memperkaya jegog dengan mengintegrasikannya ke dalam tari dan seni bela diri, mengubahnya dari sekadar hiburan lapangan menjadi pertunjukan panggung yang utuh.

Sementara Ketut Swentra atau yang akrab disapa Pekak Jegog, berjasa membawa kesenian ini ke panggung dunia. Bersama Yayasan Jegog Suar Agung, dia ANTARA lain tampil pada pembukaan Piala Dunia 1998 di Prancis. Padepokan yayasannya di Sangkaragung juga kerap dikunjungi Wisatawan Mancanegara yang ingin mempelajari irama rancak musik bambu ini.

dok. Ansambel Jegog dari Gamelan Sekar Jaya tampil di Taman Yerba Buena, San Francisco, AS.
dok. Ansambel Jegog dari Gamelan Sekar Jaya tampil di Taman Yerba Buena, San Francisco, AS.
Sumber: David Hermeyer / Wikimedia

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa jegog merupakan identitas kultural yang telah bertahan melintasi zaman. "Kami menyetujui usulan para pengamat dan pelaku seni untuk menganugerahi gelar legenda kepada ketiga tokoh ini," ujarnya.

Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Provinsi bali, I Made Budi Adiana, menyatakan festival ini menjadi ruang ekspresi sekaligus pendorong regenerasi pelaku seni. "Ini upaya konkret agar Generasi Muda tetap mencintai warisan leluhur di tengah arus globalisasi," katanya yang dikutip oleh Antara.

Jegog Spirit Festival 2025 diikuti oleh sekitar 1.500 seniman yang tergabung dalam 75 sekaa (kelompok) jegog dari berbagai penjuru daerah. 

Dengan demikian, Jegog bukan sekadar musik bambu, melainkan jiwa dan identitas kultural yang mengakar kuat di Jembrana, bali, terus berdenyut membentuk napas kebanggaan masyarakatnya dari masa ke masa.