ID EN

Yuk Siapkan Koper! Paspor Indonesia Kini Bisa ke 73 Negara Tanpa Visa

Senin, 6 Oktober 2025 | 15:00

Penulis: Arif S

Masjid di Casablanca Maroko
Masjid di Casablanca Maroko.(Pixabay/HansJuergenW)
Sumber: Pixabay

Bagi para pencinta traveling, ada kabar baik dari dunia mobilitas global. Laporan terbaru Henley Passport Index edisi September 2025 mencatat, paspor Indonesia kini memungkinkan pemegangnya bepergian ke 73 negara tanpa visa atau dengan fasilitas visa on arrival (VOA).

Peningkatan ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-68 dunia, sejajar dengan eSwatini dan sedikit lebih unggul dari Republik Dominika yang memiliki akses ke 72 negara.

Dalam peta Asia Tenggara, posisi Indonesia masih berada di tengah. Singapura tetap menjadi yang terkuat bukan hanya di kawasan, tapi juga di dunia, dengan akses bebas visa ke 192 negara. 

Malaysia menyusul di peringkat 12 dengan 180 negara. Sementara Thailand menempati posisi 64 (80 negara) dan Filipina berada di peringkat 74 (64 negara).

Henley Passport Index dikenal sebagai pemeringkatan paspor paling otoritatif di dunia. 

Daftar ini dihitung berdasarkan jumlah destinasi yang bisa diakses tanpa visa penuh, visa on arrival, e-visa, hingga electronic travel authorization (eTA).

“Dengan data lebih dari 20 tahun, indeks ini mencakup 199 paspor dan 227 destinasi yang diperbarui tiap bulan, menjadi rujukan standar dalam menilai posisi paspor di tingkat global,” tulis Henley Passport Index 2025.

Data indeks ini bersumber dari International Air Transport Association (IATA), basis data perjalanan terbesar dan paling akurat di dunia, yang kemudian diperkuat dengan riset oleh Henley & Partners.

Henley menegaskan, kekuatan sebuah paspor mencerminkan akses warga terhadap peluang global, mulai dari bisnis, investasi, pendidikan, hingga pariwisata.

Bagi pemegang paspor Indonesia, kini terbuka peluang lebih luas untuk menjelajahi dunia. 

Beberapa negara yang bisa dikunjungi tanpa visa atau dengan VOA di antaranya cukup beragam, dari destinasi eksotis hingga tujuan populer.

Di Asia Tenggara, akses tersedia ke Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Timor-Leste. 

Di kawasan Asia lainnya, traveler Indonesia bisa masuk ke Hong Kong, Makau, Maladewa, Sri Lanka (eTA), hingga Jepang melalui program visa waiver khusus pemegang e-passport.

Untuk kawasan Eropa, ada Serbia, Turki (e-visa), Albania, Bosnia & Herzegovina, Georgia, Moldova, dan Rusia. 

Afrika pun tak kalah menarik, dengan akses ke Maroko, Kenya, Tanzania, Seychelles, hingga Mauritius melalui berbagai skema visa on arrival atau e-visa.

Sementara di kawasan Amerika Latin dan Karibia, paspor Indonesia membuka jalan ke Brasil, Chile, Kolombia, Peru, hingga Barbados dan Nikaragua. 

Di wilayah Oseania, nama-nama seperti Fiji, Vanuatu, Samoa, Tuvalu, dan Kiribati masuk dalam daftar yang bisa dikunjungi tanpa repot mengurus visa jauh-jauh hari.

Meningkatnya peringkat paspor Indonesia ini menjadi sinyal positif bagi mobilitas warga dan posisi diplomatik Tanah Air di mata dunia.

Kini, bepergian ke luar negeri tak hanya soal impian, tapi semakin dekat menjadi kenyataan, setidaknya, bagi mereka yang sudah menyiapkan koper dan paspor dengan lambang Garuda di tangan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!