Tips Liburan: Hindari Penerbangan Terakhir agar Perjalanan Lebih Lancar
Rabu, 22 Juli 2026 | 14:32
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Merencanakan liburan sering kali dimulai dari berburu tiket pesawat dengan harga terbaik. Tak sedikit wisatawan memilih jadwal keberangkatan berdasarkan waktu paling sesuai dengan agenda perjalanan.
Padahal, menurut para ahli, waktu penerbangan berpengaruh besar terhadap kelancaran perjalanan. Memilih jadwal yang kurang tepat bisa meningkatkan risiko mengalami keterlambatan, kehilangan penerbangan lanjutan, bahkan terpaksa menginap di kota transit.
Salah satu jadwal yang disarankan untuk dihindari adalah penerbangan terakhir dalam sehari.
BACA JUGA
Rahasia Pramugari Veteran Ini Bisa Selamatkan Liburanmu dari Delay Pesawat
Kebiasaan Kecil Sebelum Rebahan, Tips Traveler Menginap Aman di Hotel
Tips Traveling Aman Saat Cuaca Ekstrem di Musim Liburan
Penerbangan Terakhir Paling Rentan Delay
CEO sekaligus pendiri perusahaan penerbangan swasta Blackjet, Dean Rotchin, mengatakan penerbangan malam terakhir memiliki risiko gangguan paling tinggi dibanding jadwal lainnya.
"Penerbangan yang sebaiknya dihindari adalah jadwal terakhir dalam sehari. Penerbangan ini biasanya terkena dampak dari keterlambatan penerbangan-penerbangan sebelumnya," ujarnya dikutip dari Southern Living.
Menurutnya, operasional maskapai bekerja seperti efek domino. Pesawat, kru penerbangan, hingga gerbang keberangkatan digunakan secara bergantian sepanjang hari.
Artinya, jika ada satu penerbangan terlambat sejak pagi atau siang, keterlambatan tersebut bisa terbawa hingga jadwal penerbangan malam.
Efek Domino Sulit Dihindari
Rotchin menjelaskan menjelang malam, maskapai memiliki ruang sangat terbatas untuk mengejar keterlambatan.
Keterlambatan pesawat akan memengaruhi jadwal berikutnya, begitu pula kru penerbangan yang telah bekerja sejak pagi.
"Saat penumpang mulai naik ke pesawat, awak kabin umumnya sudah bekerja sejak pagi. Setelah menjalani aktivitas seharian, rasa lelah tentu mulai memengaruhi kondisi mereka," tambahnya.
Kondisi menjadikan penerbangan malam lebih rentan mengalami perubahan jadwal maupun pembatalan apabila terjadi gangguan operasional.
Risiko Terjebak di Kota Transit
Masalah lain yang kerap terjadi adalah ketika penerbangan terakhir mengalami gangguan atau penumpang kehilangan jadwal penerbangan lanjutan.
Karena tidak ada lagi penerbangan pada malam itu, pilihan pengganti menjadi sangat terbatas.
"Kalau tidak ada banyak pilihan penerbangan pengganti, satu penerbangan lanjutan yang terlewat bisa membuat penumpang harus bermalam di kota yang sebenarnya tidak direncanakan," kata Rotchin.
Situasi seperti ini bisa mengganggu rencana liburan, terutama bagi wisatawan yang memiliki jadwal perjalanan padat.
Penerbangan Pagi Juga Punya Kekurangan
Meski banyak orang menganggap penerbangan paling pagi sebagai pilihan terbaik, Rotchin menilai jadwal tersebut juga tidak sepenuhnya ideal.
Menurutnya, bandara pada dini hari masih beroperasi dengan jumlah petugas terbatas.
"Penerbangan pukul 05.00 pagi memang terdengar menarik. Namun, pada jam tersebut bandara biasanya masih beroperasi dengan jumlah petugas terbatas dan sebagian besar fasilitas belum buka. Penumpang pun sering datang dalam kondisi masih mengantuk sehingga lebih mudah merasa terganggu jika terjadi kendala," jelasnya.
Jika terjadi gangguan teknis, proses penanganan biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan saat operasional bandara sudah berjalan normal.
Hindari Jumat Sore dan Malam Libur Panjang
Selain jam keberangkatan, hari perjalanan juga memengaruhi kenyamanan penerbangan.
Rotchin menyebut Jumat sore sebagai salah satu periode tersibuk karena menjadi waktu favorit pelancong bisnis maupun wisatawan akhir pekan.
"Penerbangan pada Jumat sore biasanya dipenuhi penumpang dari berbagai kalangan, mulai dari pebisnis hingga wisatawan. Kondisi itu membuat kabin lebih padat dan ruang penyimpanan bagasi di atas kursi menjadi rebutan," katanya.
Hal serupa berlaku pada malam menjelang hari libur besar. Bandara biasanya dipadati penumpang sehingga gangguan kecil, seperti cuaca buruk, bisa memicu keterlambatan yang meluas.
Pertengahan Pagi Jadi Pilihan Terbaik
Jika memiliki jadwal fleksibel, Rotchin menyarankan memilih penerbangan pada pertengahan pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
Pada jam tersebut, operasional bandara umumnya sudah berjalan normal, petugas telah lengkap, dan jadwal penerbangan belum terlalu terdampak akumulasi keterlambatan dari penerbangan sebelumnya.
Ia juga menyarankan memilih keberangkatan pada Kamis atau Sabtu pagi untuk menghindari kepadatan penumpang menjelang akhir pekan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!