ID EN

Ekonomi Biru Derawan Berpotensi Hasilkan Ratusan Ribu Dolar per Tahun

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Aktivitas snorkeling di perairan Kepulauan Derawan, Kaltim
Aktivitas snorkeling di perairan Kepulauan Derawan, Kaltim.
Sumber: Antara/HO-Derawan Happy Fun Trip

Kepulauan Derawan selama ini dikenal sebagai salah satu surga Wisata Bahari Indonesia. Air laut jernih, Terumbu Karang, serta kehadiran pari manta dan hiu paus menjadikan kawasan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini sebagai destinasi impian para pencinta laut dari berbagai penjuru dunia.

Namun di balik pesona bawah lautnya, Derawan menyimpan potensi lain yang tak kalah besar. Kawasan Konservasi ini menjadi salah satu motor penggerak Ekonomi Biru yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus masyarakat pesisir.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus memperkuat pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan perairan sekitarnya. 

"Kawasan konservasi seluas 285.548,95 hektare di Berau ini merupakan aset sangat penting yang pengelolaannya mulai tahun 2024 telah menggunakan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)," ujar Sub Koordinator Konservasi Kelautan dan Perikanan DKP Kaltim Yuliana Nidyasari.

Penerapan sistem BLUD menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola kawasan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis sumber daya laut yang berkelanjutan.

Menurut Yuliana, kebijakan itu tidak hanya bertujuan menjaga kekayaan alam pesisir, tetapi juga mendukung pengembangan sektor wisata yang ramah lingkungan.

"Selain berfokus pada pelestarian lingkungan hidup laut, program prioritas ini juga ditujukan khusus untuk mendukung pengembangan sektor ekowisata unggulan daerah," kata Yuliana.

Konsep ekowisata menjadi salah satu strategi utama karena mampu menggabungkan aspek konservasi dengan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. 

Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Pengembangan ekowisata diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan pemanfaatan kawasan di perairan Derawan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan tanpa merusak keseimbangan ekosistem laut," tambahnya.

Kajian awal menunjukkan kawasan konservasi ini memiliki potensi ekonomi biru sekitar 317.000 dolar AS per tahun. 

Nilai itu didukung kemampuan ekosistem pesisir Derawan dalam menyerap emisi karbon. Kawasan ini diperkirakan menyerap lebih dari 69 ribu ton karbon dioksida ekuivalen setiap tahun.

Daya tarik Derawan sulit dibantah. Selain menjadi rumah bagi pari manta dan hiu paus, kawasan ini juga memiliki kekayaan biodiversitas laut luar biasa.

"Kawasan perairan Derawan ini telah lama menjadi magnet wisata andalan dunia berkat kekayaan hayatinya, termasuk pesona satwa laut khas seperti pari manta dan hiu paus," ungkap Yuliana.

Data identifikasi terbaru menunjukkan kawasan konservasi ini memiliki sedikitnya 507 spesies karang keras, 40 spesies karang jamur, dan 52 genus karang lunak. Kekayaan ini menjadikan Derawan sebagai salah satu kawasan laut dengan biodiversitas tinggi di Indonesia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!