ID EN

Jerman Mulai Temukan Jati Diri, tetapi Ujian Sesungguhnya Masih Menanti

Rabu, 24 Juni 2026 | 09:27

Penulis: Rojes Saragih

Sentul, Bogor - Dua kemenangan beruntun yang diraih Jerman di Piala Dunia 2026 mulai mengubah pandangan banyak pengamat terhadap Die Mannschaft. Setelah mengalahkan Curacao 7-1 dan bangkit menundukkan Pantai Gading 2-1, tim asuhan Julian Nagelsmann dinilai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Namun pertanyaan besar masih mengemuka: apakah Jerman benar-benar telah kembali menjadi kandidat juara dunia?

Pertanyaan itu menjadi salah satu topik utama dalam podcast analisis Piala Dunia ITSMe yang dipandu Gilang Respaty dan Yatna dari Studio ITSMe di Sentul, Bogor. Bersama pengamat sepak bola Ronny Pangemanan dan Haris Pardede atau Bung Harpa, diskusi mengulas kekuatan, kelemahan, dan peluang Jerman menjelang fase gugur.

Ronny Pangemanan menilai kemenangan atas Pantai Gading merupakan ujian mental yang sesungguhnya bagi Jerman. Berbeda dengan laga melawan Curacao yang relatif berjalan satu arah, pertandingan kedua memaksa Die Mannschaft menghadapi tekanan setelah tertinggal lebih dulu.

Menurutnya, situasi ini menjadi gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi tim saat ini. Dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, Jerman kerap kesulitan merespons tekanan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Kali ini, mereka mampu menunjukkan reaksi berbeda dengan membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.

Salah satu sosok yang paling banyak mendapat sorotan adalah Deniz Undav. Penyerang yang masuk dari bangku cadangan itu tampil sebagai pembeda dengan mencetak dua gol ke gawang Pantai Gading. Ronny menyebut Undav sebagai game changer yang memberi dimensi baru dalam serangan Jerman ketika tim membutuhkan solusi di tengah pertandingan.

Pandangan serupa disampaikan Bung Harpa. Ia melihat keberhasilan Undav sebagai bukti bahwa Jerman memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Ketika pemain inti mengalami kesulitan, masih ada pemain dari bangku cadangan yang mampu mengubah arah pertandingan. Faktor tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama Die Mannschaft sejauh turnamen berlangsung.

Meski demikian, Bung Harpa menilai masih ada beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah posisi Joshua Kimmich yang kembali dimainkan sebagai bek kanan. Menurutnya, area tersebut beberapa kali mendapat tekanan dari kecepatan pemain sayap Pantai Gading sehingga berpotensi menjadi celah ketika menghadapi lawan yang lebih kuat.

Di sisi lain, Kimmich tetap dianggap sebagai figur penting dalam tim. Pengalaman, kepemimpinan, dan ketenangannya dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga keseimbangan permainan Jerman di lapangan.

Ronny juga menyoroti karakter Antonio Rüdiger yang selalu menarik perhatian. Bek Real Madrid itu dikenal memiliki gaya bermain yang ekspresif dan terkadang emosional. Karakter tersebut membuatnya tampil menonjol, meski berbeda dengan sosok Kimmich yang lebih tenang dan terukur.

Karena sudah memastikan tiket ke fase gugur, laga terakhir grup melawan Ekuador diperkirakan akan dimanfaatkan Nagelsmann untuk melakukan rotasi pemain. Selain memberi kesempatan kepada pemain lapis kedua, langkah itu juga penting untuk menjaga kebugaran para pemain inti menjelang pertandingan yang lebih berat.

Meski performa Jerman menunjukkan tren positif, Bung Harpa mengingatkan bahwa tim ini belum sepenuhnya teruji. Menurutnya, ukuran sesungguhnya kekuatan Die Mannschaft baru akan terlihat ketika mereka berhadapan dengan tim-tim elite dunia pada fase gugur.

Jerman memang mulai menemukan identitas permainan yang sempat hilang dalam beberapa tahun terakhir. Namun perjalanan menuju gelar juara masih panjang. Jika kemenangan atas Pantai Gading menunjukkan kemajuan mental dan kedalaman skuad, maka duel melawan kekuatan besar seperti Prancis, Inggris, atau Argentina berpotensi menjadi penentu apakah kebangkitan Jerman benar-benar nyata.

Performa Jerman, peran Deniz Undav, hingga peluang mereka di fase gugur menjadi salah satu pembahasan utama dalam podcast Piala Dunia ITSMe bersama Ronny Pangemanan dan Haris Pardede yang dipandu Gilang Respaty dan Yatna dari Studio ITSMe, Sentul, Bogor.