PLN Bali Bantah Isu Pemadaman Listrik Bergilir Selama Tiga Hari
Senin, 22 Juni 2026 | 17:00
Penulis: Rojes Saragih

Sumber: Envato
Denpasar – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) bali memastikan tidak ada rencana Pemadaman Listrik bergilir di wilayah Bali sebagaimana informasi yang belakangan beredar melalui media sosial dan Aplikasi pesan singkat.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, menegaskan hingga saat ini tidak ada konfirmasi maupun pemberitahuan resmi mengenai Pemadaman Listrik bergilir selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026.
Penegasan ini disampaikan setelah beredarnya sebuah poster yang mengklaim akan terjadi pemeliharaan jaringan terencana total di wilayah Jawa dan Bali. Dalam poster itu disebutkan pekerjaan dilakukan tanpa henti selama tiga hari dan akan berdampak pada sejumlah wilayah di kedua pulau tersebut.
Bahkan, informasi yang beredar menyebut seluruh pelanggan di wilayah terdampak akan mengalami pemadaman listrik total selama sekitar tiga hari berturut-turut. Namun, PLN UID Bali memastikan informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah dikeluarkan maupun dikonfirmasi oleh PLN.
“Di wilayah Bali tidak terkonfirmasi adanya pemadaman bergilir demikian,” ujar Eka Susana di Denpasar, Senin, 22/6/2026.
PLN mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas dan selalu melakukan verifikasi melalui saluran resmi perusahaan sebelum menyebarluaskan informasi terkait layanan Kelistrikan. Dengan klarifikasi tersebut, PLN menegaskan pasokan listrik di Bali tetap aman dan tidak ada agenda pemadaman bergilir sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
Sementara itu, Manajer PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B) Komang Tedy Indra Kusuma menyampaikan bahwa pasokan energi primer berupa batu bara dan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional pembangkit listrik di Bali masih dalam kondisi aman.
Menurut dia, ketersediaan pasokan energi primer tersebut mampu menjaga keandalan sistem Kelistrikan sekaligus menahan dampak kenaikan harga BBM terhadap biaya operasional penyediaan listrik.
Tedy menjelaskan stabilitas pasokan energi primer didukung sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk Domestic Market Obligation (DMO) untuk batu bara dan BBM yang selama ini menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik.
“Sampai saat ini kenaikan harga BBM belum memberikan dampak terhadap PLN. Kami masih dilindungi oleh berbagai peraturan pemerintah terkait harga DMO, baik untuk batu bara maupun BBM,” ujarnya dikutip ANTARA.
PLN berharap dukungan pemerintah pusat maupun daerah terus berlanjut guna menjaga stabilitas harga energi primer sehingga kenaikan biaya produksi listrik dapat ditekan dan tidak membebani masyarakat maupun dunia usaha.
Saat ini sistem kelistrikan Bali masih ditopang sejumlah pembangkit berbahan bakar fosil yang beroperasi di Celukan Bawang, Pemaron, Pesanggaran, dan Gilimanuk. Meski demikian, kebutuhan Listrik Bali yang mencapai sekitar 1.300 megawatt (MW) masih memerlukan tambahan pasokan dari sistem interkoneksi Jawa-Bali.
Untuk memperkuat kemandirian energi pada masa mendatang, PLN telah memasukkan sejumlah rencana pembangunan pembangkit baru ke dalam program pengembangan sistem kelistrikan Bali.
Selain menjaga ketersediaan energi primer, PLN juga terus meningkatkan keandalan sistem melalui penguatan Advanced Defense Scheme (ADS) guna mengantisipasi gangguan yang berpotensi menyebabkan pemadaman berskala besar.
Dengan stok energi primer yang aman, dukungan kebijakan pemerintah, serta penguatan sistem pertahanan kelistrikan, PLN memastikan pasokan listrik di Bali tetap andal untuk mendukung aktivitas masyarakat, sektor Pariwisata, dan dunia usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi Pulau Dewata.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!