Jinakkan Monaco, Sensasi Kimi Antonelli Cetak Rekor Lima Kemenangan Musim Ini!
Senin, 8 Juni 2026 | 12:09
Penulis: Rojes Saragih

Sumber: Wikimedia/Liauzh
Monaco - Sensasi remaja Formula 1, Andrea Kimi Antonelli, benar-benar berada di liga tersendiri. Pembalap Mercedes berusia 19 tahun ini sukses mencetak quattrick kemenangan kelima secara beruntun musim ini usai menaklukkan sirkuit jalan raya Monte Carlo yang super dramatis pada GP Monaco, Minggu (7/6/2026) malam WIB.
Keberhasilan menjinakkan keangkuhan Monaco tidak hanya mempertegas statusnya sebagai calon kuat juara dunia 2026, tetapi juga menempatkan namanya dalam buku sejarah sebagai salah satu pembalap muda paling dominan di awal musim F1 modern.
Melansir data resmi Formula 1, torehan fantastis 156 poin membawa Wonderkid asal Italia ini terbang tinggi di puncak Klasemen sementara, meninggalkan para seniornya seperti Lewis Hamilton (Ferrari) dengan selisih 66 poin di posisi kedua.
BACA JUGA
Drama Mercedes di GP Kanada: Kimi Antonelli Menang, George Russell Gagal Finis
Hat-trick Kemenangan! Kimi Antonelli Tak Terbendung di GP Miami 2026
Audi Masuk Formula 1, R26 Jadi Simbol Ambisi Juara Dunia 2030
Memulai balapan dari posisi terdepan (pole position), Antonelli praktis tak tersentuh sejak lampu start padam hingga menyentuh garis finis. Di saat jalanan sempit Monte Carlo memakan korban dengan rontoknya tujuh pembalap top akibat berbagai insiden tak terduga, sang wonderkid justru menunjukkan kematangan mental luar biasa untuk tetap bertahan di zona aman dari segala kekacauan.
Awal Petaka Verstappen dan Dominasi Antonelli
Drama langsung tersaji begitu lampu start padam. Antonelli yang memulai laga dari posisi terdepan melakukan start bersih dan langsung melesat memimpin balapan. Nasib sial justru menimpa juara dunia bertahan, Max Verstappen (Red Bull Racing). Mobilnya diduga mengalami gangguan sistem anti-stall saat start yang membuatnya langsung melorot ke barisan belakang. Verstappen terpaksa menyudahi balapan lebih awal di dalam pit dan menjadi pembalap pertama yang dinyatakan gagal finis (Did Not Finish/DNF).
Di barisan depan, Antonelli melepaskan diri dari kejaran duo Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc. Kecepatan mobil Mercedes miliknya tak mampu ditandingi oleh para rival di jalanan sempit Monte Carlo.
Kekacauan di Paruh Akhir dan Hujan Penalti
GP Monaco edisi kali ini terbukti menjadi momok menakutkan dengan total tujuh pembalap yang gagal menyentuh garis finis. Charles Leclerc dan Lance Stroll harus gigit jari setelah mobil mereka menghantam dinding pembatas pada fase akhir balapan yang krusial.
Nasib buruk juga menimpa Lando Norris. Jet darat McLaren miliknya mengalami masalah kehilangan tenaga (power loss), yang memaksa pembalap Inggris itu menyudahi balapan tanpa poin untuk pertama kalinya musim ini. Daftar pembalap yang tumbang semakin panjang dengan rontoknya Ollie Bearman, Carlos Sainz, serta Valtteri Bottas yang kembali didera masalah rem sepanjang akhir pekan.
Kekacauan setelah periode restart juga melibatkan Carlos Sainz, Nico Hulkenberg, dan Franco Colapinto dalam dua insiden terpisah. Beruntung bagi Williams, Alex Albon berhasil memanfaatkan momentum sengit ini untuk mengamankan posisi di zona 10 besar dan menjadi satu-satunya pembalap Williams yang membawa pulang poin dari Monaco. Sementara itu, Colapinto (Alpine) yang terlibat insiden harus puas menjadi pembalap terakhir yang melewati garis finis, tepat di belakang Hulkenberg (Audi) di posisi ke-14.
Hamilton Amankan Podium, Russell Gigit Jari
Lewis Hamilton akhirnya menyentuh garis finis di posisi kedua setelah menunjukkan performa solid dan matang sepanjang balapan. Berkah kekacauan di sirkuit jalan raya ini juga dirasakan oleh pembalap Red Bull, Isack Hadjar. Ia berhasil memanfaatkan berbagai insiden di depannya untuk mengklaim podium ketiga yang berharga.
Di luar zona perebutan poin, Fernando Alonso (Aston Martin) menyodok ke depan untuk finis di urutan kesebelas, tepat di depan rookie Audi, Gabriel Bortoleto. Sementara itu, nasib apes menimpa George Russell. Rekan setim sang juara tersebut harus rela finis di luar posisi 10 besar setelah dijatuhi sejumlah hukuman penalti akibat pelanggaran sepanjang balapan.

Sumber: Formula 1 Official











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!