ID EN

Jakarta Film Commission Siap Transformasikan Jakarta Jadi Kota Sinema Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 11:10

Penulis: Rojes Saragih

Kota Jakarta
Jakarta Film Commission Siap Transformasikan Jakarta Jadi Kota Sinema Dunia
Sumber: Envato

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menetapkan arah baru bagi Industri Kreatif ibu kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengumumkan bahwa pembentukan Jakarta Film Commission (JFC) yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026 akan menjadi tonggak sejarah dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema berskala internasional.

Langkah strategis ini dirancang bukan sekadar untuk seremoni, melainkan sebagai mesin penggerak ekosistem perfilman yang profesional dan kompetitif di kancah global.

Penyederhanaan Birokrasi dan Daya Tarik Investasi
Melalui Jakarta Film Commission, Pemprov DKI berkomitmen menghadirkan layanan satu pintu (one-stop service) untuk memangkas kerumitan perizinan syuting di ruang publik. Hal ini diprediksi akan membawa keuntungan nyata bagi Jakarta, di antaranya:

  • Magnet Investasi Internasional: Kemudahan izin akan menarik rumah produksi global untuk menjadikan Jakarta sebagai lokasi syuting utama, yang berdampak pada masuknya modal asing.
  • Efek Domino Ekonomi: Kehadiran produksi film besar akan meningkatkan Okupansi Hotel, jasa katering, transportasi, hingga penyewaan alat-alat teknis, yang pada akhirnya memberdayakan UMKM dan tenaga kerja kreatif lokal.
  • Global Branding: Jakarta membidik posisi sebagai destinasi sinematik dunia, sejajar dengan kota-kota besar seperti Seoul dan Bangkok yang telah lebih dulu sukses membangun citra melalui film.

Film Sebagai Medium Literasi Sejarah
Di sisi lain, Rano Karno menekankan bahwa penguatan infrastruktur industri harus berjalan selaras dengan dukungan terhadap konten yang edukatif. Hal ini ia sampaikan di sela-sela screening film "Buya Hamka III" di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2027).

Menurutnya, dukungan terhadap film bertema sejarah tidak cukup hanya melalui pembiayaan, tetapi harus melalui penyediaan ruang apresiasi yang luas. "Film seperti ini harus kita dukung bersama dengan memberi perhatian dan ruang agar Generasi Muda memahami sejarah serta mengenal tokoh bangsa," tegas Rano yang dikutip Antara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam acara screening film
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam acara screening film "Buya Hamka III" di bioskop Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, (20/4/2026).
Sumber: Lia Wanadriani Santosa / Antara

Pusat Industri Kreatif Asia Tenggara
Dengan pembentukan JFC, Jakarta menargetkan diri menjadi tuan rumah bagi berbagai agenda perfilman internasional. Kerja sama dengan berbagai pihak luar negeri pun telah dijalin untuk memastikan Jakarta siap menjadi pusat gravitasi Industri Kreatif.

Kehadiran JFC diharapkan mampu menjembatani kebutuhan sineas nasional akan ruang tumbuh yang layak, sekaligus memperkuat literasi sejarah Generasi Muda melalui medium film yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Langkah besar yang dimulai pada Juni 2026 ini akan menjadi pembuktian bagi Jakarta dalam menyongsong masa depan sebagai kota yang menghargai karya seni sekaligus memanfaatkannya sebagai kekuatan ekonomi baru.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!