ID EN

Mengenang Sir Craig Reedie, Tokoh di Balik Masuknya Bulu Tangkis ke Olimpiade

Rabu, 8 April 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Bulu Tangkis
Ilustrasi - Olahraga bulu tangkis.
Sumber: Pixabay

Dunia Olahraga kehilangan salah satu figur paling berpengaruh. Mantan Presiden Badminton World Federation (BWF), Craig Reedie, meninggal dunia di usia 84 tahun, Selasa 7 April 2026.

Dalam pernyataan resminya, BWF menyampaikan duka mendalam atas kepergian Reedie yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Kehormatan Seumur Hidup BWF. 

Ia dikenang sebagai tokoh kunci dalam tata kelola Olahraga global melalui perannya di International Olympic Committee (IOC) dan World Anti-Doping Agency (WADA).

“Sir Craig adalah sosok yang membuka pintu Olimpiade untuk Bulu Tangkis. Saat menjabat Presiden IBF (sekarang BWF), ia memperjuangkan agar bulu tangkis masuk program Olimpiade dan hal itu terwujud pada Olimpiade Barcelona 1992,” ujar Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul.

Ia menambahkan, kontribusi Reedie tidak berhenti setelah masa jabatannya berakhir. Ia tetap menjadi sosok yang aktif memberikan pandangan dan dukungan bagi perkembangan bulu tangkis di level internasional.

“Setiap pemain bulu tangkis yang pernah tampil di Olimpiade memiliki jejak kontribusi Sir Craig di dalamnya. Ia juga selalu siap memberikan nasihat dan dukungan bagi olahraga ini,” katanya.

Sebelum dikenal sebagai administrator ulung, Reedie adalah Atlet Bulu Tangkis. Ia pernah mewakili Skotlandia dan Britania Raya di berbagai ajang internasional. 

Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan panjangnya membangun olahraga ini dari dalam.

Pada 1981, Reedie mencatat sejarah sebagai presiden termuda International Badminton Federation (IBF) pada usia 40 tahun. 

Di bawah kepemimpinannya, organisasi berhasil menjaga stabilitas sekaligus mendorong pengakuan bulu tangkis sebagai cabang olahraga Olimpiade oleh IOC pada 1985.

Langkah strategis Reedie, termasuk pendekatan langsung kepada Presiden IOC saat itu Juan Antonio Samaranch dengan mengundangnya ke final Kejuaraan Dunia IBF 1983. 

Momen ini menjadi salah satu titik balik penting menuju debut bulu tangkis di Olimpiade Barcelona 1992.

Tak hanya itu, Reedie juga berperan dalam mendorong era profesional bulu tangkis dengan memperbolehkan atlet menerima hadiah uang serta memperkenalkan rangkaian turnamen World Grand Prix, cikal bakal BWF World Tour yang kini menjadi tulang punggung kompetisi global.

Kontribusinya meluas setelah ia menjadi anggota IOC pada 1994. Reedie terus aktif dalam Gerakan Olimpiade, termasuk menjabat sebagai direktur panitia penyelenggara Olimpiade London 2012 dan Paralimpiade pada periode 2005 hingga 2012.

Presiden IOC Kirsty Coventry menyebut Reedie sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan olahraga dan nilai-nilai Olimpiade.

“Kontribusinya terhadap Olimpiade, sportivitas, dan pengembangan atlet di seluruh dunia akan terus dikenang,” kata Coventry.

Penghormatan serupa datang dari Presiden World Athletics Sebastian Coe yang menyebut Reedie sebagai mentor dan penasihat dengan pengalaman luas dalam dunia Olimpiade.

Warisan Reedie akan terus hidup melalui perjalanan bulu tangkis di Olimpiade serta nilai integritas dan profesionalisme yang ia tanamkan dalam olahraga dunia.