Jay Idzes dan Justin Hubner Bicara Era Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman
Selasa, 31 Maret 2026 | 11:49
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Zaro Ezza Syachniar
Kekalahan 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno tak sepenuhnya meninggalkan luka bagi timnas Indonesia. Di balik hasil menyakitkan itu, muncul optimisme dari Jay Idzes dan Justin Hubner.
Bagi Idzes, momen berkumpul kembali bersama skuad Garuda menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna dibanding sekadar Hasil Pertandingan.
Kapten Garuda itu terakhir bersama timnas lima bulan lalu di Arab Saudi dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
BACA JUGA
Indonesia vs Saint Kitts di FIFA Series 2026: Herdman Antisipasi Ancaman Serangan Balik
Debut Manis di GBK, Herdman Soroti Koneksi Emosional Timnas Indonesia dengan Suporter
Bidik Piala Dunia 2030, John Herdman Ingatkan Perjalanan akan Penuh Tantangan
"Saya rasa yang paling penting bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi. Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026," ujar Idzes di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Idzes mengungkapkan komunikasi intens yang terjalin antar pemain selama jeda kompetisi menjadi bukti kuat, mimpi itu belum padam.
"Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang. Bisa kembali ke sini, memakai jersey ini lagi, saya sangat merindukannya," katanya.
Dalam dua laga awal era pelatih John Herdman, Indonesia mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan.
"Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek," kata pemilik 15 cap tersebut.
Ia tak terkejut dengan karakter Herdman yang penuh energi di pinggir lapangan—sesuatu yang menurutnya justru menjadi nilai tambah bagi tim.
"Ya, dia punya gairah yang besar, itu pasti. Saya sudah bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana pelatih dan orang-orangnya sangat penuh semangat. Jadi, ya, bagus untuk dilihat. Senang melihatnya," kata Idzes.
Bek Timnas Indonesia Justin Hubner. " width="100%" />Sumber: Antara/Zaro Ezza Syachniar.
Senada dengan Idzes, Hubner memandang masa depan timnas Indonesia dengan penuh keyakinan. Bek berusia 22 tahun itu menilai kehadiran Herdman membawa pola pikir baru yang lebih progresif.
"Saya pikir pelatih sekarang punya pola pikir yang sangat berbeda. Dia benar-benar ingin mendorong kami ke level berikutnya," kata Hubner.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Hubner melihat bagaimana staf pelatih bekerja dan membangun sistem dalam mengangkat performa tim ke level lebih tinggi.
"Saya rasa kami bisa meraih hal-hal bagus bersama staf ini, karena mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik," katanya.
Meski harus mengakui keunggulan Bulgaria, Hubner tetap bangga dengan performa tim yang dinilainya tampil dominan dalam penguasaan bola.
"Tentu saja kami kalah, tapi saya pikir kami menunjukkan permainan yang sangat bagus hari ini. Kami tampil sangat baik saat menguasai bola. Sayangnya mereka mendapat penalti dan mencetak gol, tapi saya rasa kami bisa bangga dengan tim ini," pungkasnya.










