ID EN

Liburan Anti-Mainstream: Nginep di Vila Atas Laut Bontang Kuala

Selasa, 24 Maret 2026 | 12:03

Penulis: Respaty Gilang

Bontang Kuala.
Vila tengah laut di kawasan Bontang Kuala, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Sumber: AntaraNews

Kalau kamu lagi cari destinasi anti-mainstream buat Libur Lebaran atau sekadar kabur dari rutinitas, kawasan Bontang Kuala bisa jadi jawaban yang nggak biasa. Di sini, kamu bukan cuma liburan, tapi benar-benar “Healing” di atas laut.

Bayangkan bangun pagi ditemani suara ombak yang menghantam tiang kayu ulin di bawah kamar. Begitu tirai dibuka, langsung disambut panorama laut dengan cahaya matahari keemasan. Vibes-nya? Tenang banget, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Terletak di wilayah Kota Bontang, kampung terapung ini bukan sekadar spot wisata biasa. Bontang Kuala adalah kombinasi unik antara alam, budaya, dan sejarah panjang yang masih hidup sampai sekarang.

Deretan rumah dan vila di atas laut jadi daya tarik utama. Semua dibangun menggunakan kayu ulin khas Kalimantan yang terkenal kuat dan tahan air laut. Nggak heran, sensasi menginap di sini terasa autentik sekaligus nyaman.

"Mereka semua taat aturan, membayar pajak daerah dan juga retribusi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan," jelas Jafar, Ketua Adat Bontang Kuala.

Menariknya, vila-vila ini selalu jadi incaran wisatawan. Kalau kamu berencana ke sini, wajib booking jauh-jauh hari, minimal 15 hari sebelumnya. Bahkan saat Lebaran, reservasi bisa penuh sejak sebulan sebelumnya.

Aktivitas Seru yang Wajib Dicoba

Bukan cuma staycation, ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan:

  • Snorkeling menikmati bawah laut
  • Jalan santai di pelataran kayu ulin saat sunset
  • Keliling laut pakai kapal nelayan cuma Rp10.000
  • Nongkrong santai di penginapan atas laut

"Dari jajak pendapat wisatawan, fasilitas baru seperti pelataran Bontang Kuala yang baru saja selesai dibangun menjadi spot favorit," kata Halimah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bontang Kuala.

Saat musim liburan, jumlah pengunjung bisa tembus hingga 1.500 orang per hari, bukti kalau tempat ini makin populer di kalangan Traveler.

Jejak Sejarah yang Masih Terjaga

Menariknya, Bontang Kuala bukan destinasi baru. Kampung ini sudah ada sejak tahun 1780-an dan menjadi cikal bakal Kota Bontang.

"Bontang Kuala adalah cikal bakal Kota Bontang. Titik awal pemerintahan Kota Bontang ada di sini," ungkap Jafar.

Wilayah ini dulunya dihuni oleh Suku Bajau, yang dikenal sebagai pengembara laut. Jejak sejarahnya masih terasa, termasuk keberadaan Masjid Al Wahhab yang berdiri sejak 1789.

Kuliner Laut yang Bikin Nagih

Liburan nggak lengkap tanpa kuliner. Di sini, kamu wajib coba hidangan khas bernama Gammi Bawis.

"Kuliner andalan Bontang Kuala adalah Gammi Bawis," sebut Halimah.

Ikan bawis segar dimasak dengan sambal khas berbumbu kuat, pedas, gurih, dan super nikmat. Apalagi disantap langsung di atas laut, ditemani angin pantai.

Yang bikin Bontang Kuala beda adalah nilai kebersamaan warganya. Tradisi seperti pesta laut, makala-kela (makan bersama), hingga maulidan masih dijaga sampai sekarang.

"Ada pula tradisi makala-kela, momen di mana seluruh warga makan bersama di pinggir pantai, meruntuhkan sekat-sekat status sosial," ujar Jafar.

Suasana ini yang bikin wisatawan nggak cuma refreshing secara fisik, tapi juga secara emosional.

Wisata Berkelanjutan yang Keren

Warga juga mulai mengembangkan wisata keramba, budidaya ikan seperti kerapu dan kakap dalam petak laut. Saat ini sudah ada sekitar 30 keramba aktif.

Ke depannya, konsep restoran apung akan digabung dengan keramba, jadi wisatawan bisa langsung pilih ikan segar sebelum dimasak.

Program ini didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai langkah menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan ekonomi warga.