ID EN

41 Tahun dan Masih All-Star, LeBron James Raja yang Tak Pernah Tua

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Megabintang Los Angeles Lakers, LeBron James
Arsip - Megabintang Los Angeles Lakers, LeBron James yang menolak tua.
Sumber: Wikimedia

Liga terus berganti wajah, tetapi satu sosok tetap berdiri di garis depan waktu. LeBron James akan kembali tampil di NBA All-Star ke-21 dalam kariernya di usia 41 tahun. Intuit Dome, Los Angeles akan menjadi venue James memperpanjang rekor seleksi dan penampilan terbanyak sepanjang sejarah NBA All-Star.

Dua dekade setelah debutnya sebagai starter termuda pada 2005, James masih menjadi pusat gravitasi permainan. Musim ke-23 di NBA bukan sekadar angka tetapi teritori yang belum pernah dijelajahi siapa pun sebelumnya.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari All-Star Weekend dan pertandingan besar itu. Setelah itu saya akan mencoba mencari waktu untuk beristirahat," ujar James, dikutip dari laman NBA.

Rekor yang Terus Bertambah

James sempat absen pada NBA All-Star 2025 di San Francisco karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan, mengakhiri 20 penampilan beruntun sejak debutnya di usia 20 tahun.  

Namun jeda itu hanya menjadi catatan kecil dalam karier yang hampir mustahil diringkas.

Ia memegang rekor 22 kali terpilih sebagai All-Star serta 21 kali tampil dalam pertandingan tersebut. Standar konsistensi ini belum tersentuh generasi mana pun.

Menjelang jeda All-Star musim ini, James kembali membuktikan usia hanyalah angka. Dalam kemenangan 124-104 atas Dallas Mavericks, ia mencetak 28 poin, 12 assist, dan 10 rebound. 

Triple-double ke-123 dalam kariernya itu juga menjadikannya pemain tertua yang membukukan triple-double di NBA. Los Angeles Lakers menutup laga tersebut dengan rekor 33-21.

Puncak 23 Tahun

Bagi sebagian pemain, satu dekade di NBA sudah terasa panjang. Bagi James, dua dekade lebih terasa seperti satu tarikan napas panjang dan terkontrol.

Menurut rekan setimnya, Austin Reaves, kualitas permainan James tak banyak berubah. 

“Kecepatan bermainnya masih sama, atletismenya, tentu saja kecerdasan bermainnya. Ya, dia masih salah satu pemain terbaik di NBA. Dia menjadi All-Star karena memang layak," kata Reaves.

Pelatih Lakers JJ Redick bahkan menggambarkan LeBron James memiliki puncak performa selama 23 tahun. Pernyataan Reddick terdengar hiperbolis, tetapi sulit dibantah ata dan mata.

James memahami realitas tubuhnya, tetapi bukan permainannya.

“Permainan saya tidak akan ke mana-mana. Ini hanya soal tubuh saya," kata James.

Dari Generasi ke Generasi

Dalam All-Star Game pertamanya, James berbagi lapangan dengan Shaquille O’Neal dan Allen Iverson, menghadapi Kobe Bryant, Kevin Garnett, serta Tim Duncan. 

Kini, dua dekade kemudian, ia kembali tampil melawan generasi baru yang tumbuh dengan menyaksikan highlight dan dominasi kariernya.

Narasinya berubah, wajah-wajah di sekelilingnya berganti, tetapi perannya tetap sama, menjadi pusat perhatian.

“Saya ini anak 41 tahun yang ceria. Saya dibayar untuk bermain basket. Mengapa saya tidak bahagia? Saya bisa bersama putra saya, rekan setim, dan para penggemar luar biasa yang mendukung saya sepanjang karier. Saya menikmati apa yang saya lakukan," kata James.

Di era load management dan karier yang semakin singkat, LeBron James tetap berdiri sebagai anomali. Di usia 41 tahun, ia bukan sekadar bertahan tetapi masih bersaing. Selama ia masih melangkah ke lapangan All-Star, waktu seolah memilih untuk menunggu.