PSSI Prihatin Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Perundungan
Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:41
Penulis: Arif S

Sumber: PSSI
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan keprihatinannya setelah pemain Timnas Indonesia Justin Hubner menjadi sasaran ujaran kebencian dan ancaman serius di media sosial. Serangan itu bahkan merembet kepada keluarga Hubner, termasuk istri dan putrinya.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menilai serangan terhadap Hubner dan keluarganya semestinya tidak terjadi. Ia menilai selama ini Hubner telah menunjukkan komitmen ketika mengenakan seragam Timnas Indonesia.
"Ya, jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya," ujar Yunus Nusi kepada awak media di Jakarta, Senin.
BACA JUGA
4 Pemain Timnas Indonesia Lolos Passport Gate, Hubner Bisa Merumput Lagi di Belanda
Debut Sensasional Bersama Timnas Indonesia, Baker Panaskan Persaingan Top Skor Piala AFF 2026
Herdman Tetapkan 26 Pemain untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Kejar Gelar Perdana
Hubner menerima ujaran kebencian dan ancaman melalui pesan tertulis di Instagram pada Minggu 9 Agustus. Ancaman tidak hanya menyasar pemain berusia 23 tahun itu, tetapi juga istrinya, Jennifer Coppen, serta putri kecil mereka.
Bagi Yunus, Hubner merupakan salah satu pemain yang memperlihatkan semangat tinggi ketika memperkuat skuad Garuda.
"Coba lihat kalau main, dia hajar sana hajar sini dengan kemampuan dia. Tetapi sangat kita sayangkan ada, masih ada, masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu," katanya.
Yunus Tak Permasalahkan Kritik ke PSSI
PSSI, menurut Yunus, tidak mempermasalahkan kritik yang diarahkan kepada organisasi. Namun, kritik seharusnya tidak berubah menjadi serangan kepada pemain maupun pelatih.
Yunus meminta masyarakat memahami para pemain telah memberikan pengorbanan besar ketika memperkuat Timnas Indonesia. Tidak sedikit pemain harus bermain dalam kondisi cedera atau menghadapi tekanan besar demi membawa Garuda meraih hasil terbaik.
Karena itu, ia menilai serangan hingga ancaman kepada pemain dan keluarganya sudah melewati batas.
Mengenai kemungkinan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum, Yunus mengatakan pihaknya belum mengambil keputusan dan masih melihat perkembangannya.
PSSI kembali mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia, baik ketika meraih kemenangan maupun saat mengalami kekalahan.
Dukungan itu penting untuk menjaga mental para pemain agar tetap kuat menghadapi tekanan pertandingan.
"Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara," pungkasnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!