ID EN

Golden Boot Watch: Messi Memimpin, Siapa yang Berpeluang Menyalipnya?

Jumat, 26 Juni 2026 | 16:46

Penulis: Rojes Saragih

Sentul, Bogor - Perburuan Golden Boot Piala Dunia 2026 memasuki fase yang semakin menarik. Hingga berakhirnya sebagian besar pertandingan fase grup, Lionel Messi masih memimpin daftar pencetak gol dengan lima gol, unggul tipis atas Erling Haaland, Kylian Mbappé, dan Vinicius Junior yang sama-sama mengoleksi empat gol. Selisih satu gol membuat persaingan menuju babak gugur dipastikan masih terbuka lebar.

Namun, jumlah gol bukan satu-satunya faktor yang menentukan siapa akan membawa pulang Golden Boot. Dengan format baru Piala Dunia yang memungkinkan setiap tim memainkan lebih banyak pertandingan, satu penampilan gemilang saja sudah cukup mengubah klasemen pencetak gol. Itulah sebabnya keunggulan Messi saat ini belum bisa disebut aman.

Lantas, mengapa Messi mampu berada di puncak?

Jawabannya terletak pada efektivitasnya bersama Argentina. Meski bukan lagi bermain sebagai striker murni, Messi tetap menjadi pusat permainan La Albiceleste. Lima gol yang telah dicetaknya membuat sang kapten membuka jarak satu gol atas para pesaing sebelum fase gugur dimulai. Pengalaman, ketenangan, serta kemampuannya menentukan momen di area berbahaya membuat Messi tetap menjadi pembeda ketika Argentina membutuhkan gol.

Meski demikian, ancaman terbesar justru datang dari tiga nama yang berada tepat di belakangnya.

Erling Haaland tetap menjadi predator kotak penalti yang sangat berbahaya. Gaya bermain langsung Norwegia membuat sebagian besar serangan selalu berakhir di kaki penyerang Manchester City tersebut. Selama Norwegia terus bertahan di turnamen, peluang Haaland menambah koleksi gol akan selalu terbuka.

Sementara itu, Kylian Mbappé tetap menjadi kandidat terkuat menyalip Messi. Peraih Golden Boot Piala Dunia 2022 itu memiliki kemampuan mencetak beberapa gol dalam satu pertandingan. Kecepatan, penyelesaian akhir, serta pengalamannya di panggung terbesar sepak bola dunia menjadikan Mbappé ancaman yang tidak boleh diabaikan.

Nama lain yang terus merapat adalah Vinicius Junior. Dua golnya ke gawang Skotlandia memastikan Brasil melaju ke babak gugur sekaligus mengangkat koleksi golnya menjadi empat, hanya terpaut satu gol dari Messi. Jika Selecao mampu melangkah lebih jauh, Vinicius berpeluang menjadi penantang serius dalam perebutan Golden Boot.

Di luar para bintang tersebut, muncul pula kejutan bernama Deniz Undav. Penyerang Jerman berusia 29 tahun itu telah mengoleksi tiga gol dan tampil impresif setiap kali mendapat kesempatan bermain. Kisahnya yang pernah bekerja di pabrik sebelum menembus tim nasional Jerman menjadikannya salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026. Selain Undav, striker Kanada Jonathan David juga tetap berada dalam persaingan setelah mengoleksi tiga gol.

Pada akhirnya, perebutan Golden Boot tidak hanya ditentukan oleh ketajaman individu, tetapi juga oleh perjalanan tim masing-masing di fase gugur. Semakin jauh sebuah tim melangkah, semakin besar peluang penyerangnya menambah koleksi gol.

Messi memang masih memimpin. Namun sejarah Piala Dunia menunjukkan perebutan Golden Boot kerap berubah drastis setelah memasuki babak knockout. Satu malam yang luar biasa dari Haaland, Mbappé, atau Vinicius bisa langsung membalikkan klasemen. Karena itu, perlombaan sesungguhnya baru akan dimulai ketika tekanan di fase gugur mencapai puncaknya.

Pembahasan mengenai persaingan Golden Boot Piala Dunia 2026 ini merupakan rangkuman analisis dari Podcast ITSMe bersama pengamat sepak bola Ronny Pangemanan dan Erwin Fitriansyah. Dipandu oleh Gilang Respaty dan Yatna dari Studio ITSMe di Sentul, Bogor, podcast ini mengulas perkembangan terbaru Piala Dunia 2026 melalui perspektif taktik, statistik, serta berbagai cerita menarik yang terjadi di balik setiap pertandingan.