ID EN

AirAsia Ungkap Alasan Hentikan Direct Flight Jakarta-Singapura dan Jakarta-Bangkok

Senin, 22 Juni 2026 | 15:00

Penulis: Rojes Saragih

Pesawat AirAsia
Pesawat Maskapai Penerbangan AirAsia
Sumber: Envato

Jakarta – AirAsia mengungkapkan alasan di balik tidak lagi tersedianya Penerbangan langsung (direct flight) rute Jakarta-Singapura dan Jakarta-Bangkok dalam sistem pemesanan maskapai mereka.

CEO AirAsia Group, Bo Lingam, mengatakan keputusan itu merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan yang dilakukan perusahaan di tengah tingginya biaya operasional dan perubahan permintaan pasar.

“Pertama, iya, (salah satu penyebab dari) itu (pembatalan penerbangan langsung) juga merupakan optimasi jaringan kami,” kata Lingam dalam jumpa pers yang digelar secara hybrid dan diakses dari Jakarta, Senin, 22/6/2026.

Menurut dia, AirAsia dalam beberapa bulan terakhir melakukan penyesuaian jaringan penerbangan sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar penerbangan, kondisi Geopolitik Global, serta perubahan pola permintaan di sejumlah rute internasional. Sebelumnya, grup AirAsia juga memangkas kapasitas penerbangan dan menangguhkan sejumlah rute yang dinilai tidak lagi ekonomis untuk dioperasikan.

Lingam menjelaskan bahwa beberapa rute harus dihentikan sementara karena permintaannya melemah atau terdampak situasi global yang membuat biaya operasional meningkat.

“Di semua rute lain yang kami batalkan, itu juga karena (tren penurunan) permintaan, (atau) mungkin karena imbas perang. Tapi, untuk rute Jakarta-Bangkok bisa diaktifkan kembali dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa AirAsia berharap dapat memulihkan kapasitas penerbangan secara bertahap seiring tren penurunan Harga Avtur dunia yang mulai terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, untuk rute Jakarta-Singapura, Lingam menyoroti tingginya biaya operasional di Bandara Changi sebagai salah satu faktor utama yang membuat penerbangan langsung menjadi kurang menarik secara komersial.

Menurut Lingam, biaya dan pajak bandara di Singapura mencapai sekitar 72 dolar Singapura per penumpang.

“Untuk rute Jakarta-Singapura, pajak bandara di Singapura adalah 72 dolar Singapura. Itu tidak masuk akal. Kami sudah berbicara dengan Changi berkali-kali. Dan, (kami menilai) tidak layak untuk menetapkan tarif dari Jakarta ke Singapura, di mana pajak bandara lebih besar daripada tarifnya (penerbangan). Jadi itulah alasan kami membatalkan rute Jakarta-Singapura,” ungkapnya.

Meski melakukan efisiensi dan optimalisasi jaringan, Lingam menegaskan langkah ini tidak sepenuhnya berdampak pada operasional penerbangan domestik Indonesia AirAsia.

“Tidak sepenuhnya (berdampak pada penerbangan domestik Indonesia AirAsia). Apa pun yang kami kurangi (biasanya) dikarenakan harga bahan bakar yang tinggi dan tidak masuk akal untuk dioperasikan, atau rute tersebut sudah tidak menguntungkan sejak sebelum perang terjadi,” kata Lingam dikutip Antara.

Sebelumnya, penerbangan langsung AirAsia dari Jakarta menuju Singapura dan Bangkok tidak lagi ditemukan dalam sistem pemesanan maskapai pada akhir pekan lalu. Dalam situs resmi AirAsia, calon penumpang hanya dapat menemukan opsi penerbangan menuju kedua kota tersebut dengan satu kali transit melalui Kuala Lumpur, Malaysia.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!