ID EN

5 Event Seru di Jakarta Akhir Pekan Maret 2026 untuk Liburan Keluarga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:07

Penulis: Arif S

Salah satu koleksi dalam pameran di Museum Tekstil, Jakarta
Arsip - Salah satu koleksi dalam pameran di Museum Tekstil, Jakarta.
Sumber: Antara/Lia Wanadriani Santosa

Akhir pekan di Jakarta selalu menghadirkan ritme berbeda. Di sela padatnya aktivitas ibu kota, hari libur menjadi ruang jeda, tempat warga merayakan kebersamaan, menelusuri budaya, hingga menemukan kembali makna perjalanan di kota yang tak pernah benar-benar tidur.

Jakarta menawarkan beragam agenda akhir pekan yang bukan sekadar hiburan, tetapi juga Perjalanan Budaya. Dari pertunjukan tradisional hingga teater modern, setiap sudut kota seakan mengundang untuk dijelajahi.

Di kawasan selatan, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan menjadi panggung hidup bagi tradisi lokal melalui “Pergelaran Kesenian Betawi Reguler 2026” pada 28-29 Maret. Agenda rutin ini didukung Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. 

Pengunjung dapat menyaksikan Ondel-Ondel berkeliling, tarian seperti Zapin dan Lenggang Nyai, hingga alunan Gambang Kromong.

Tujuan acara ini memberikan hiburan "Mudik ke Jakarta" bagi warga, sekaligus melestarikan budaya Betawi.

Tak jauh dari pusat kota, Gedung Kesenian Jakarta menghadirkan pengalaman berbeda melalui “Sanggar Parikesit ‘Musical Drama Odisea Pinokio’” pada 29 Maret. 

Kisah klasik Pinokio ditafsirkan ulang dalam format teater musikal, memadukan seni peran, tari, dan Musik, sebuah ruang di mana imajinasi anak dan orang dewasa bertemu.

Selain sebagai hiburan, acara ini juga menjadi wadah pengembangan kreativitas anak dan sarana edukasi budaya bagi penonton dari berbagai usia.

Sementara itu, nuansa spiritual dan historis dapat ditemukan di Gedung Kesenian Miss Tjitjih lewat “Pertunjukan Sabilul Razak” pada 28 Maret. 

Mengangkat kisah “Jejak Tiga Datuk Ulama Minangkabau”, pertunjukan ini memadukan dakwah, sejarah, dan seni dalam konsep literature on stage yang reflektif.

Pertunjukan ini mengusung konsep literature on stage, memadukan unsur kebudayaan Minangkabau, dakwah, serta sejarah ulama dalam satu panggung naratif yang edukatif.

Bagi pecinta seni tradisional, Museum Wayang menghadirkan “Pagelaran Wayang Rutin - Wayang Orang Betawi” pada 29 Maret. 

Di sini, para seniman dan dalang professional menghidupkan kembali cerita klasik, menghadirkan jembatan ANTARA generasi lama dan baru.

Pagelaran ini menghadirkan pertunjukan wayang orang Betawi dengan cerita klasik dikemas dalam nuansa budaya lokal.

Tak lengkap menjelajah Jakarta tanpa singgah di Museum Tekstil Jakarta, tempat berlangsungnya pameran “Batik Silang Budaya di Atas Kain: Kisah Batik dan Pengaruh Budaya Tiongkok” hingga 31 Maret 2026. 

Di sini, pengunjung diajak menelusuri jejak akulturasi budaya melalui motif dan warna, termasuk batik Tok Wie yang sarat sejarah.

Pameran ini menyoroti perpaduan motif, warna, dan sejarah, termasuk batik Tok Wie.

Tujuan pameran ini meningkatkan apresiasi seni batik, menambah pengetahuan budaya, dan memperkuat identitas budaya bangsa.

Dengan ragam agenda yang tersebar di berbagai sudut kota, akhir pekan di Jakarta bukan hanya tentang beristirahat, melainkan tentang merayakan identitas, memperkaya wawasan, dan menemukan cerita baru di setiap langkah perjalanan.