Vinicius Penentu Kemenangan Real Madrid di Kandang Benfica, Wasit Aktifkan Protokol Anti-Rasisme
Rabu, 18 Februari 2026 | 09:28
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/uefa.com
Vinicius Junior menjadi penentu kemenangan 1-0 Real Madrid di markas Benfica pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions, Rabu 18 Februari dini hari WIB. Pada laga di Stadion Da Luz, Lisbon itu, Vinicius melaporkan dugaan tindakan rasisme yang dilakukan pemain Benfica kepada dirinya.
Dengan hasil ini, Madrid hanya membutuhkan Hasil Imbang pada leg kedua di Santiago Bernabau untuk lolos ke 16 besar.
Sebaliknya, Benfica wajib menang dengan selisih minimal dua gol saat gantian bertandang ke markas Madrid, pada Rabu pekan depan.
BACA JUGA
Daftar Lengkap 16 Kontestan Babak 16 Besar Liga Champions, Atalanta Selamatkan Wajah Italia
Hasil Playoff Liga Champions: Real Madrid Singkirkan Benfica, Atalanta Menang Dramatis
Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, 4 Tim Melaju ke 16 Besar Liga Champions
Real Madrid Dominan, Vinicius Jadi Pembeda
Madrid langsung menggebrak sejak menit awal. Ancaman pertama datang dari tembakan Kylian Mbappe tetapi dimentahkan kiper Benfica Anatoliy Trubin.
Benfica mencoba merespons. Sundulan lemah Tomas Araujo dengan mudah diamankan penjaga gawang Madrid, Thibaut Courtois.
Sepakan jarak jauh Arda Guler memaksa Trubin melakukan penyelamatan gemilang. Babak petama berkhir tanpa gol.
Vinicius akhirnya memecah kebuntuan Madrid di menit ke-50. Gol Vinicius menjadi penentu kemenangan Madrid. Dua peluang Vinicius lainnya digagalkan Trubin.
Vinicius Laporkan Dugaan Rasisme
Kemenangan Real Madrid diwarnai insiden panas. Vinicius melaporkan kepada wasit dugaan tindakan rasisme yang dilakukan pemain Benfica kepada dirinya.
Insiden bermula saat Vinicius melakukan selebrasi berjoget di tiang sepak pojok usai mencetak gol. Selebrasi tersebut dinilai berlebihan sehingga ia mendapat kartu kuning dari wasit.
Selebrasi itu memancing emosi pemain Benfica. Vinicius kemudian terlibat adu mulut dengan Gianluca Prestianni. Dalam perdebatan itu, Vinicius menuding Prestianni yang menutup mulutnya dengan kaos saat berdebat telah melontarkan ejekan rasisme.
Vinicius sempat menolak melanjutkan pertandingan. Wasit kemudian menghentikan laga dan mengaktifkan protokol anti-rasisme.
Kericuhan merembet ke bangku cadangan kedua tim. Staf kepelatihan Benfica mendapat kartu merah, sementara Prestianni menolak tuduhan dirinya melakukan tindakan rasisme.
Laga sempat tertunda sekitar 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan. Vinicius Kembali bermain untuk menuntaskan pertandingan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!