Transisi Pelatih Real Madrid, Dari Salam Perpisahan Xabi Alonso ke Optimisme Arbeloa
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/X/FabrizioRomano
Real Madrid memasuki fase transisi penting, bukan hanya di ruang taktik, tetapi juga dalam narasi kepemimpinan. Dalam rentang 48 jam, Los Blancos mendengar dua suara kontras. Xabi Alonso pamit dengan nada reflektif dan penuh respek. Alvaro Arbeloa datang membawa keyakinan tentang mental juara.
Perubahan ini terjadi setelah Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 di Jeddah, Arab Saudi. Hasil ini mempercepat berakhirnya era Alonso dan membuka pintu bagi Arbeloa.
Alonso Pergi dengan Bangga, Bukan Penyesalan
BACA JUGA
Madrid Raih Hasil Imbang Beruntun dan Gagal Salip Barcelona, Ini Reaksi Xabi Alonso
Xabi Alonso Minta Real Madrid Lupakan Kekalahan dari Barcelona dan Bangkit di Piala Raja
El Clasico Panas! Xabi Alonso Santai Tanggapi Keributan Real Madrid vs Barcelona: Itu Hal yang Normal
Xabi Alonso mengatakan perpisahan itu tidak sesuai rencana. Namun ia memilih mengakhiri kisah singkatnya di Santiago Bernabeu dengan nada bermartabat. Baginya, melatih Real Madrid merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar.
“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama seluruh penggemar Madrid atas dukungan serta kepercayaan mereka. Saya pergi dengan rasa bangga, respek, dan puas karena telah melakukan yang terbaik,” ujar Alonso dalam surat perpisahan yang diunggah di Instagram, Selasa 13 Januari 2026.
Alonso resmi berpisah dengan dengan Real Madrid pada Senin 12 Januari 2026 kurang dari 24 jam setelah kekalahan dari Barcelona.
Hasil tersebut menjadi puncak kekecewaan manajemen setelah performa Madrid menurun sejak November 2025. Mereka hanya menang tujuh kali dari 14 pertandingan dan kehilangan puncak klasemen Liga Spanyol.
Selain hasil, Alonso juga disebut kehilangan kendali ruang ganti, faktor yang mempercepat keputusan klub.
Padahal, ia datang dengan reputasi tinggi setelah sukses bersama Bayer Leverkusen. Dalam tujuh bulan, catatannya berakhir di 24 kemenangan, empat imbang, dan enam kekalahan di semua kompetisi.
Arbeloa Bangkitkan Mental Juara
Sehari setelah perpisahan Alonso, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai Pelatih Baru. Pesan pertamanya, masalah Madrid bukan soal mental, melainkan momentum.
“Kami semua telah melihat pertandingan-pertandingan terakhir dan usaha besar yang ditunjukkan para pemain di final Piala Super Spanyol,” kata Arbeloa dilansir dari laman resmi klub pada Rabu.
Arbeola meyakini Madrid memiliki skuad hebat, dengan pemain yang siap menghadapi apa pun. Ia menyebut ada pemain dalam skad Madrid yang telah memenangkan enam Liga Champions.
Arbeloa juga menekankan kekuatan fondasi klub, dari pemain senior hingga akademi.
"Semua pemain memulai dari nol bersama saya. Ini adalah awal yang baru untuk semua,” tegasnya.
Pelatih berusia 43 tahun itu mengakui sempat berbicara dengan Alonso sebelum menerima jabatan. Ia menegaskan hubungan mereka tetap baik meski tak mengungkap detail percakapan.
Dua Nada, Satu Tujuan
Jika Alonso pergi dengan bahasa introspektif dan elegan, Arbeloa datang dengan bahasa energi dan keyakinan.
Dua pendekatan berbeda, tetapi mengarah pada tujuan sama, mengembalikan Real Madrid ke jalur dominasi.
Dengan peluang meraih tiga trofi, Liga Spanyol, Liga Champions, dan Copa del Rey, Arbeloa kini membawa beban ekspektasi tinggi.










