ID EN

Dua Hotel di Indonesia Masuk Daftar Terbaik Dunia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Jumat, 26 Desember 2025 | 15:30

Penulis: Arif S

Buahan, a Banyan Tree Escape, Bali
Dok. Buahan, a Banyan Tree Escape, Bali.
Sumber: Buahan, Banyan Tree Escape

Dua hotel di Indonesia masuk dalam daftar Hotel Terbaik di Dunia, menempatkan keduanya sejajar dengan destinasi-destinasi ikonik dunia. Penilaian itu dilakukan Conde Nast Traveller 2026.

Ketika para editor Conde Nast Traveller di berbagai belahan dunia menyusun daftar hotel terbaik di dunia, mereka tidak hanya mencari kemewahan, tetapi juga tempat yang meninggalkan kesan lama setelah koper ditutup dan pesawat mendarat kembali di kota asal.

"Tempat-tempat ini berkesan karena layanan yang membuat kami merasa seperti bintang Hollywood, arsitekturnya membawa kami ke London tahun 1920-an atau Danau Como abad ke-18," dikutip dari laman resmi Conde Nast Traveller, Jumat 19 Desember 2025.

Daftar hotel terbaik di dunia diperoleh dari daftar tempat menginap dan kapal pesiar favorit para editor Conde Nast Traveller. Lalu apa sebenarnya yang membuat dua hotel di Indonesia ini berbeda?

Buahan, a Banyan Tree Escape - Bali

Hotel Buahan merupakan hotel berkonsep alam di kawasan Buahan Kaja, Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.

Alih-alih membangun kemewahan di atas alam, Buahan justru menjadikannya sebagai inti pengalaman.

"Tempat ini telah membuktikan sebagai tempat orisinal, suara jangkrik menjadi alarm, pemandian dengan cahaya kunang-kunang, pemandangan gunung berapi dari tempat tidur," tulis Conde Nast Traveller.

Hotel ini berada di tengah hutan alami, dikelilingi pohon kelapa menjulang setinggi 30 meter, pohon mangga, asam Jawa, pepaya, kacang mete, pohon kakao berukuran besar, serta pohon vanili menjuntai.

Selain menginap di tengah hutan asri, tamu juga bisa berenang di kolam tanpa dinding dan pintu. Tarif menginap mulai di kisaran Rp15 jutaan per malam.

Cempedak Private Island - Kepulauan Riau

Jika Buahan menawarkan sunyi di tengah hutan, Cempedak Private Island menghadirkan sunyi di tengah laut.

Cempedak Private Island merupakan pulau membentang seluas 42 hektar dengan vila-vila dari bambu dan beratap anyaman jerami.

Wisatawan akan merasakan sepoi-sepoi angin yang berembus ke dalam vila. Selain itu mereka bisa melihat pemandangan bukit berhutan dan hamparan pasir.

Vila-vila ini dirancang pengusaha hotel Andrew Dixon dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan.

"Vila-vila yang seluruhnya terbuat dari bambu memiliki daya tarik bohemian, arsitektur melengkung, tempat tidur empat tiang, dan kolam renang berbentuk tetesan air, sementara jalan setapak mengarah ke restoran yang menyajikan hidangan Indonesia dengan minim limbah," tulisnya.

Selain menginap, tamu juga bisa mencoba Olahraga air, hingga tur pulau ramah lingkungan. Tarif menginap di Cempedak Private Island mulai dari Rp6,2 jutaan per malam.

Mengapa Dunia Memperhatikan Indonesia?

Keistimewaan dua hotel ini bukan hanya pada desain atau harga, melainkan filosofinya. Kedua hotel itu menjadikan alam, keberlanjutan, dan pengalaman personal sebagai pusat kemewahan.

Dalam dunia perjalanan modern, kemewahan tidak lagi berarti berkilau, melainkan bermakna dan dua hotel Indonesia ini berhasil mewakili pergeseran tersebut di mata dunia.***