ID EN

Kereta Supercepat Jepang Tanpa Kursi Rebah, Alasannya Mengejutkan

Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:30

Penulis: Arif S

Kereta Supercepat Jepang
Kereta Supercepat Jepang
Sumber: Dok. Central Japan Railway Co

Di balik gemuruh ambisi teknologi Jepang yang tiada henti, proyek kereta supercepat baru menyedot perhatian publik. Bukan hanya karena kecepatannya hingga 500 kilometer per jam, tetapi karena desainnya yang terkesan tak biasa karena semua kursinya tidak bisa direbahkan.

Rute kereta ini melayani jalur padat Tokyo-Nagoya yang biasanya lebih dari satu jam, dipangkas menjadi sekitar 40 menit saja. 

Kecepatan bukan satu-satunya prioritas. Di balik layar, perusahaan Central Japan Railway (JR Central) justru mengambil keputusan desain yang berani.

“Kursi tegak dengan kemiringan tetap, cukup nyaman untuk perjalanan singkat,” demikian penjelasan pihak JR Central.

Keputusan menghapus fitur sandaran yang bisa direbahkan bukan tanpa alasan. JR Central ingin memberikan ruang kaki lebih lega dan area bagasi yang lebih luas bagi penumpang. 

Pada kereta dengan kecepatan sangat tinggi, efisiensi ruang dan berat menjadi krusial. Sandaran tetap memungkinkan dimensi kabin yang lebih ramping dan bobot lebih ringan.

Desain ini telah diterapkan pada kereta uji terbaru bernama M10, prototipe untuk versi komersial mendatang. 

Dengan perjalanan singkat, kenyamanan menjadi penting. Kursi dirancang lebih ringan dan mudah diproduksi. 

Meski tidak bisa direbahkan, bantalannya dibuat lebih lembut agar tubuh penumpang tetap nyaman selama melesat dari satu kota ke kota lainnya.

Model ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membantu mengurangi beban berat kereta sehingga konsumsi energi bisa lebih efisien.

Sementara publik menantikan peluncurannya, jadwal resmi M10 diperkirakan akan mundur dari target awal tahun 2027. 

JR Central mengatakan tengah melakukan penyempurnaan desain serta menyiapkan uji coba tambahan untuk menyesuaikan kenyamanan sebelum versi final diperkenalkan ke publik.

Dalam dunia di mana kecepatan dan efisiensi kerap menjadi dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang, proyek M10 berusaha menyatukannya dalam harmoni, meski tanpa kursi rebah yang biasa menemani perjalanan jauh.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!