Barcelona Terancam Tersingkir dari Piala Raja, Hansi Flick Menolak Menyerah
Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/FC Barcelona
Kekalahan telak tak selalu berarti akhir. Setidaknya itu pesan yang ingin ditegaskan Pelatih Hans-Dieter “Hansi” Flick setelah FC Barcelona dihancurkan Atletico Madrid 0-4 pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026.
Hasil di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid, Jumat dini hari WIB, jelas menyisakan kekecewaan mendalam bagi pelatih asal Jerman itu. Empat gol bersarang hanya dalam 45 menit pertama, babak yang diakui Flick sebagai potret buruk timnya.
“Kami akan berjuang,” ujar Flick dikutip dari laman resmi Barcelona.
BACA JUGA
Jelang Newcastle vs Barcelona, Hansi Flick Soroti Serangan Balik Cepat The Magpies
Barcelona Era Flick Ukir Sejarah Baru di Liga Spanyol, Samai Rekor 82 Tahun Silam
Diam-diam Kunjungi Camp Nou, Rumor Messi Balik ke Barcelona dengan Peminjaman Singkat Mencuat
Barcelona tak mampu keluar dari tekanan intens Atletico sejak menit awal. Gol bunuh diri Eric Garcia di menit ke-7 membuka keran petaka.
Antoine Griezmann menggandakan keunggulan tuan rumah di menit ke-14, disusul Ademola Lookman (33’) dan Julian Alvarez (45’+2’) sebelum turun minum.
Menurut Flick, paruh pertama menjadi titik evaluasi terbesar. Ia menilai kebobolan empat gol di babak pertama menunjukkan timnya tampil jauh dari standar.
Barcelona tidak bisa menekan lawan dan gagal menunjukkan rasa lapar untuk menang. Intensitas dan agresivitas yang biasanya menjadi identitas permainan mereka nyaris tak terlihat.
Namun, Flick melihat respons berbeda setelah jeda. Ia menyebut timnya tampil lebih baik pada babak kedua meski tidak mampu mencetak gol balasan.
“Saya bangga dengan tim saya. Jelas saya tidak senang dengan 45 menit pertama, tetapi saya bangga dengan musim yang sedang kami jalani. Kami punya peluang untuk membalikkan keadaan. Kami bisa memenangkan setiap babak dengan skor 2-0,” kata Flick.
Pernyataan itu menegaskan Barcelona belum menyerah, meski agregat 0-4 menjadi beban berat menuju leg kedua. Kekalahan ini memang memperkecil peluang Lamine Yamal dan kawan-kawan untuk melaju ke final dan mempertahankan gelar Piala Raja musim ini.
Di sisi lain, kemenangan besar ini juga memiliki arti historis bagi Atletico. Berdasarkan catatan Transfermarkt, skor 4-0 atas Barcelona di Metropolitano menjadi kemenangan pertama mereka dengan selisih empat gol di semifinal sejak musim 1988/1989.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Barcelona merespons di leg kedua. Flick memang kecewa, tetapi satu hal yang pasti, ia belum siap menyerah.***










