Cetak Dua Gol ke Gawang Arab Saudi, Bisakah Kevin Diks Ulangi Magisnya Kontra Irak?
Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/sgd/Spt/am.
Timnas Indonesia bersiap menghadapi laga pamungkas Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Lawannya Irak, raksasa Asia yang terkenal disiplin dan agresif. Namun di tengah tekanan besar, Kevin Diks bertekad memberikan yang terbaik.
Tak heran jika dalam unggahan di akun Instagram resminya, Jumat 10 Oktober 2025, ia menuliskan kalimat sederhana namun penuh makna.
“Memberikan segalanya untuk 90 menit ke depan! Kita Garuda,” tulis Kevin.
BACA JUGA
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Garuda Hadapi Jalan Terjal, Kluivert Tetap Optimistis
Irak Kubur Mimpi Timnas Indonesia Tampil di Piala Dunia 2026
Permohonan Maaf Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Gagal Maju ke Piala Dunia 2026
Pada laga sebelumnya melawan Arab Saudi, meski Indonesia kalah 2-3, Kevin tampil luar biasa.
Sofascore memberikannya rating 8,0, tertinggi di antara seluruh pemain. Itu bukan tanpa alasan karena ia mencetak dua gol dari titik penalti, menaklukkan kiper Nawaf Al Aqidi.
Namun kontribusinya tak berhenti di situ. Bermain sebagai bek tengah bersama Jay Idzes, Kevin melakukan enam sapuan, satu blok, tiga tekel, 68 sentuhan, 46 umpan dengan akurasi 85 persen, empat umpan jauh sukses, lima kemenangan duel darat, empat kemenangan duel udara, dan satu dribble sukses.
Angka-angka itu menunjukkan satu hal bahwa Kevin bukan hanya tembok, tetapi motor permainan, pemimpin pertahanan, dan solusi ketika tim membutuhkan gol.
Dengan dua gol tersebut, pemain Borussia Moenchengladbach ini sudah mencatat dua gol dan satu assist dari tujuh penampilan bersama Garuda. Sebuah produktivitas luar biasa untuk pemain belakang.
Kemenangan Atas Irak Harga Mati
Fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada Irak. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Tidak ada hasil lain selain menang.
Sandy Walsh, yang mencatat penampilan ke-21 bersama timnas dalam laga melawan Saudi, juga merasakan urgensinya.
Meski hanya bermain lima menit dan mencatat tiga sentuhan dan tiga umpan akurasi 100 persen, ia tetap menyimpan optimisme.
“Cap 21, Putaran 1 hingga putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia. Merangkul perjalanan dan mempercayai prosesnya,” tulis Sandy di Instagram.
Ia tahu, perjuangan ini belum selesai. Ia tahu, satu laga lagi bisa mengubah sejarah sepak bola Indonesia.
“Saatnya mempersiapkan diri untuk hari Sabtu dan berjuang bersama untuk meraih kemenangan. Terima kasih banyak atas dukungannya, kalian luar biasa,” tandasnya.
Minggu 12 Oktober pukul 02.30 WIB di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, akan menjadi panggung 90 menit paling penting bagi Indonesia. Garuda terbang ke langit tertinggi, atau mengakhiri perjalannya di Kualifikasi Piala Dunia 2025.(Antara)***










