ID EN

Dipuji Selevel dengan Messi dan Ronaldo, Reaksi Haaland Justru Mengejutkan

Kamis, 6 November 2025 | 14:30

Penulis: Arif S

Erling Haaland
Striker Manchester City Erling Haaland dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Sumber: Antara/Mancity Official)

Striker Manchester City Erling Haaland kembali menunjukkan sisi rendah hatinya di tengah performa luar biasa musim ini. Penyerang Norwegia ini menolak disamakan dengan dua legenda sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, meski statistiknya.

Haaland sudah mencetak 26 gol dalam 16 pertandingan bersama klub dan timnas musim ini, menggenapkan total kariernya menjadi 327 gol profesional di usia 25 tahun. 

Catatan ini membuat banyak pihak mulai membandingkan dirinya dengan Messi dan Ronaldo di usia yang sama.

Manajer City, Pep Guardiola**, bahkan terang-terangan menilai Haaland memiliki dampak sebesar dua ikon sepak bola dunia itu.

“Kami bermain bagus lagi, Erling sangat berpengaruh. Seperti ketika bermain bersama Messi atau Cristiano. Pengaruh (Haaland) sangat besar,” ujar Guardiola usai Haaland mencetak dua gol saat City menang atas Bournemouth akhir pekan lalu.

Apa tanggapan Haaland? Ia menolak pujian managernya.

“Tidak, tidak (selevel) sama sekali. Tak ada yang bisa mendekati (rekor) mereka berdua,” ucap Haaland kepada BBC, Selasa 4 November 2025.

Perbandingan itu memang belum adil jika melihat apa yang sudah ditorehkan Messi dan Ronaldo. Messi yang saat ini menjadi kapten Inter Miami telah mencetak 892 gol sepanjang kariernya.

Capaian Ronaldo yang masih aktif bermain di usia 40 tahun juga mentereng. CR7 hanya kurang 48 gol untuk menembus 1.000 gol, jumlah yang belum pernah dicapai pemain lain.

Bagi Haaland, rekor bukan tujuan utama. Ia menegaskan fokus utamanya hanya membantu tim meraih kemenangan, bukan mengejar angka pribadi.

“Hal terakhir di pikiran saya adalah rekor yang bisa saya pecahkan. Saya mencoba membantu tim meraih kemenangan. Itu tugas dan fokus utama saya,” kata Haaland.

Pemain kelahiran Leeds itu menambahkan, dirinya tidak ingin terjebak dalam tekanan membandingkan diri dengan dua pemain terbesar sepanjang masa.

“Saya tahu itu terdengar membosankan, saya tahu Anda ingin saya berkata sebaliknya, namun memang tidak begitu keadaannya. Saya harus mengabaikan hal-hal tersebut,” tegasnya.

Dengan mental seperti itu, tak heran Haaland disebut punya potensi besar untuk menjadi legenda baru. 

Ia tahu cara menundukkan kepala di tengah pujian, dan itulah sikap yang membedakan pemain hebat dengan pemain besar.***