Siap-Siap, Black Rocks Golf Menjadi Wajah Baru 'Sport Tourism' di Belitung
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 20:10
Penulis: Pudila

Sumber: Black Rocks
Belitung tak lagi sekadar pulau dengan pantai putih dan batu granit yang menawan. Di tengah lanskapnya yang memesona, pulau ini sedang menumbuhkan wajah baru, yaitu destinasi sport tourism. Salah satu buktinya ada di Tanjung Tinggi, tempat di mana olahraga golf bertemu dengan pesona alam, tepatnya di Black Rocks Golf Club.
Bermain di Antara Batu Granit dan Angin Laut
Bayangkan memukul bola di bawah langit biru, sementara di kejauhan ombak pelan menepuk batu granit yang menjulang. Black Rocks Golf bukan sekadar lapangan 18 hole. Ia adalah karya seni yang dirancang oleh Ronald W. Fream, arsitek golf asal Amerika, dengan tangan yang tahu betul cara menyeimbangkan tantangan dan keindahan.
BACA JUGA
Black Rocks Golf Belitung Resmikan Camping Ground dan Food Plaza, Dorong Wisata Alam dan Kuliner
Rekomendasi Utama untuk Kamu yang Mau Main Golf di Belitung
Serunya Main Footgolf, Gabungan Sepak Bola dan Golf
Lapangan ini memeluk kontur alam Belitung yang berisikan batu granit besar, danau kecil, dan pandangan langsung ke laut. Setiap hole terasa seperti perjalanan, bukan hanya permainan.
Tak heran, sejak resmi dibuka penuh pada 2019, lapangan ini menjadi magnet bagi para pegolf dari dalam dan luar negeri. Banyak yang datang bukan hanya untuk bermain, tapi untuk menikmati rasa tenang yang hanya bisa lahir dari perpaduan hijau rumput dan birunya laut.
Lebih dari Sekadar Golf
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai turnamen telah digelar di sini, salah satunya Yearly Belitung Golf Series Bupati Cup 2025. Event semacam ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga bagian dari strategi besar untuk menjadikan Belitung sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Peserta datang dari berbagai kota, membawa serta keluarga, tim, dan rasa penasaran akan pulau yang dulu hanya dikenal lewat film Laskar Pelangi. Di sela permainan, mereka menjelajah pantai, mencicipi kuliner laut, hingga berinteraksi dengan warga lokal.
Sport tourism di sini tumbuh alami, bukan dipaksakan. Golf menjadi pintu masuk bagi wisata yang lebih luas. Mereka dapat bersepeda di pesisir, senam di tepi pantai, hingga kegiatan sosial bersama masyarakat. Aktivitas-aktivitas itu membuat olahraga di Belitung punya napas yang lebih hangat dan inklusif.
Belitung Siap Menyambut Dunia
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pernah menegaskan, wisata golf punya potensi besar meningkatkan length of stay dan quality of spending wisatawan. Belitung sudah memenuhi dua-duanya. Keindahan alamnya menjadi panggung alami bagi olahraga, sementara fasilitas seperti Black Rocks Golf menjadi magnet bagi pelaku sport tourism.
Kini, Belitung bukan hanya tempat untuk bersantai, melainkan juga tempat untuk berkompetisi, berolahraga, dan bernafas lebih panjang. Di sini, setiap ayunan bukan sekadar pukulan di lapangan, tapi cara baru menikmati keindahan alam dengan ritme yang lebih pelan, lebih sadar, dan lebih hidup.
Akhirnya, Semua Kembali ke Rasa
Mungkin, inilah yang membuat Belitung berbeda, olahraga tak lagi soal angka dan skor, tapi tentang bagaimana kita merasakan ketenangan, kebebasan, dan kembali mengenal diri di antara angin laut dan batu-batu purba.
Dan siapa tahu, saat bola golf itu meluncur jauh ke arah laut, kamu sedang menembak sesuatu yang lebih besar dari sekadar PAR, yaitu rasa ingin hidup lebih sepenuhnya.










